Buku Kisah Buya Hamka

14 07 2013

Tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana

Disela-sela kesibukan pekerjaan dan keluarga saya mengambil cuti pulang ke Padang, Sumatera Barat, minggu lalu untuk mengunjungi ibu tercinta yang sedang sakit.  Ini kepulangan saya setelah mudik lebaran tahun lalu. Ibu berusia 75 tahun dan penderita diabetes.

Berkat ijin Allah dan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh kakak dan adik-adik yang tinggal di Padang, perlahan ibu berangsur pulih.  Hanya empat hari saya di Padang.  Pada saat saya akan kembali ke Surabaya, ibu berinisiatif sendiri ikut mengantar ke Bandara Internasional Minangkabau, seperti yang selalu ibu lakukan setiap saya pulang.  Namun kali ini ini ibu hanya duduk tinggal di dalam kendaraan. Membuat saya teramat sedih saat meningggalkan beliau.

Perjalanan Padang-Surabaya harus melalui transit di Jakarta.  Waktu tunggu di Jakarta sekitar 4 jam. Cukup lama, saya pikir saya harus mencari bacaan yang menarik untuk menepis rasa rindu kepada ibu yang semakin mendera. Rasanya hari ini saya tidak sedang mood mengembara di dunia maya.

Saya masuk ke sebuah toko buku di bandara, walau saya tahu harga jual di bandara bukan harga biasa. Setelah agak lama mencari, akhirnya saya menemukan buku idaman. Buku tentang Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah).  Beberapa waktu belakangan ini saya memang sedang ingin “berburu” buku-buku Buya Hamka.  Buku ini baru selesai saya baca 2 hari berikutnya.

Buku berjudul “Ayah . . .” , karya Irfan Hamka, putera kelima Buya Hamka yang saat ini berusia 70 tahun. Diterbitkan oleh Republika Penerbit, 321 halaman, ISBN 978-602-8997-71-3, cetakan pertama Mei 2013.  Pengantar oleh Dr. Taufiq Ismail.  Buku ini berisi tentang Kisah Buya Hamka.  Tentang  masa muda, dewasa, menjadi ulama, sastrawan, politisi, kepala rumah tangga, sampai ajal menjemputnya.

Membaca buku ini seakan kita ikut larut dalam kisah perjuangan Buya Hamka yang mengharu biru.  Beberapa kali saya harus mengusap air mata. Sungguh, melalui buku ini saya semakin mengagumi beliau.  Beliau seorang ayah yang sangat penyayang, berwibawa dan bijaksana. Seorang suami yang sangat mencintai dan menghargai sang istri, seorang  pemimpin yang amanah, seorang yang sangat pemaaf, seorang yang tegas dalam menegakkan keimanan dan ketauhidan, seorang yang tidak tergiur harta dan jabatan, lebih memilih menjadi ulama dan sastrawan dari pada menjadi seorang pejabat tinggi negara. Read the rest of this entry »





Bunda

8 02 2012

Sorot mata yang aku paham maknanya

Yang menyimpan rindu karena aku akan pergi

Tidak sanggup aku menatapmu wahai bunda

Seakan tidak mampu kugerakkan kaki ini

meninggalkanmu

Meninggalkan kota kelahiranku Read the rest of this entry »








Odyssey

The More I Wander, The More I Know

Every step that I take. . .

istiwahyuti

A fine WordPress.com site

Pusat Penelitian Gula

Every step that I take. . .

Research and Development of Tobacco Jember

Creative, fast and precise to provide solutions

RESEARCH AND DEVELOPMENT OF TOBACCO KLATEN

Responsive, Precise and Innovative

No Boundaries

Sharing the best for taking the best . .

Every step that I take. . .

Keep Goin'

at the end, life is just a gag

Long Journey

Information and Communication for Social Capital Development