Belajar Berbudaya dari Masjid Sultan

9 06 2013

Tulisan ini dapat dilihat di Kompasiana

masjid

Tidak sedikit orang Indonesia yang tinggal di Singapura atau sudah berkunjung ke Singapura, dan pasti tidak sedikit pula yang sudah berkunjung ke Masjid Sultan ataupun menulis tentang masjid ini. Namun selalu ada hal yang menarik untuk ditulis. Tulisan saya ini adalah bagian dari pengalaman perjalanan yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri saya dan pembaca.

Masjid Sultan di Singapura berada di Kampong Gelam, merupakan warisan budaya yang dibangun pada tahun 1824 oleh Sultan Hussain. Masjid ini dibangun berdekatan dengan komplek istana Sultan. Di komplek istana Sultan ini terdapat tembok bertuliskan “Malay Heritage Centre. Istana Kampong Gelam”. Dari komplek istana terdapat gapura menuju masjid. Di jalan raya seputar masjid ditumbuhi pepohonan yang asri.

Menurut sejarah Sultan Hussain berasal dari Pulau Sumatera sehingga pada awalnya Kampong Gelam banyak dihuni oleh masyarakat Melayu yang notabene muslim. Seperti halnya masjid maka tempat ini digunakan sebagai tempat ibadah bagi umat muslim.

Arsitektur Masjid Sultan sangat indah bernuansa melayu dan didominasi oleh warna yang cerah sehingga terlihat menarik. Bangunan utama masjid terdiri dari dua lantai, berukuran kira-kira 28 x 20 meter, dengan lantai dialasi karpet berwarna merahdikombinasi warna putih yang terlihat cantik dan terasa empuk bila diinjak.

Di dalamnya terdapat enam tiang di sisi kiri dan enam tiang di sisi kanan. Pada beberapa tiang terdapat rak berisi Al-Quran. Terdapat juga tiga kipas angin besar berdiameter kurang lebih empat meter yang menggantung di langit-langit masjid. Diantara kipas tersebut bergantung lampu berornamen melayu yang merupakan kombinasi logam berwarna keemasan dan lampu kaca berwarna putih.  Di sisi kiri dan kanan bangunan utama masjid terdapat masing-masing tujuh pintu dimana pada setiap pintu ada rak yang berisi sejumlah Al-Quran.

???????????????????????????????

Dinding tempat menghadap kiblat berwarna hijau berhiaskan relief dan lengkungan khas masjid setinggi hampir sepuluh meter yang indah bila terkena cahaya lampu atau sinar.  Di tengahnya terdapat tempat imam agak menjorok ke dalam. Dihiasi ukiran dan kaligrafi dengan lampu berwarna kekuningan.  Terdapat juga dua buah jam bandulan klasik di kiri kanan dinding.

Di depan tempat imam nampak sebuah mimbar untuk khatib berkhotbah. Mimbar memiliki enam anak tangga sehingga cukup tinggi bagi jamaah untuk dapat melihat khatib.

Tempat shalat wanita ada di lantai atas yang cukup luas dengan karpet yang sama dengan lantai bawah.  Pemandangan ke lantai dasar bangunan utama dapat terlihat dengan jelas. Tersedia juga beberapa kursi untuk jamah usia lanjut bila tidak bisa menjalankan ibadah shalat seperti biasanya.

Masjid Sultan sangat terpelihara kebersihannya, termasuk tempat wudhu yang nyaman, bersih, dan modern. Tulisan himbauan agar menjaga kebersihan banyak dipajang di dinding dalam bahasa melayu. Sebelum memasuki toilet dan tempat berwudhu maka kira-kira pada jarak sepuluh meter pengunjung diminta melepas sepatu/sandal.  Di sana disediakan kursi untuk pengunjung duduk melepas sepatu dan rak untuk meletakkan sepatu/sandal.  Maka selanjutnya kita akan melewati lorong yang lebar dan tertutup dengan lantai yang bersih menuju tempat wudhu.

 kebersihan

Hal yang menarik dari masjid ini tidak melulu berfungsi sebagai tempat ibadah. tapi masjid ini digunakan sebagai objek wisata bagi muslim maupun non muslim, turis lokal dan mancanegara.

Pada saat saya berkunjung ke sana pada hari Sabtu untuk melaksanakan shalatdzuhur tampak banyak sekali pengunjung non muslim yang ingin masuk ke masjid.Bagi non muslim yang dewasa baik pria dan wanita diwajibkan memakai baju jubah atau mantel berwarna biru yang disediakan secara gratis. Sedangkan untuk anak-anak tidak diwajibkan.

 jubah

Bila kita memasuki pintu masjid maka kita akan bertemu dengan pemandu masjid yang siap membantu. Selanjutnya di serambi masjid kita akan menemukan galeri mini yang berisi display-display yang memuat tulisan maupun gambar atau foto-foto tentang agama Islam. Pengunjung dapat membaca tentang apa itu Islam, tentang sosok Nabi Muhammad SAW, cara beribadah, dan lain-lain. Disediakan juga dua buah headset yang bila dipasang di telinga maka akan terdengar lantunan suara adzan yang merdu.

headset

Ada juga sebuah kotak kaca yang berisi kitab suci Al-Quran dalam ukuran kecil dan besar dalam keadaan halaman terbuka sehingga pengunjung dapat membacanya.

quran

Banyak sekali anak-anak kecil non muslim seumur pelajar SD yang datang bersama guru untuk berwisata ke masjid. Guru mereka yang akan memberi penjelasan kepada mereka, dan pemandu masjid pun siap membantu. Suatu pemandangan yang menyejukkan melihat antusiasme anak-anak ini mengenal Islam. Mereka dikenalkan Islam secara alami, dengan dasar saling menghormati dankecintaan terhadap ilmu dan budaya.

 penjelasan guru

Saat saya berkunjung ke sana kebetulan akan dilangsungkan prosesi akad nikah dari sepasangpenganten muslim, lengkap dengan penghulu atau kadi yang akan menikahkan mereka. Kalau melihat wajah pengantin prianya bukan wajah pria Asia, tapi Eropa. Subhanallah.
 nikah

Menurut pemandu masjid yang sempat saya tanyai akad nikah ini merupakan yang kedua pada hari itu, pagi hari sudah berlangsung satu akad nikah.  Prosesi akad nikah dilangsungkan di serambi masjid.

Belajar dari Masjid Sultan kiranya bangsa kita pun bisa menjadikan masjid sebagai tempat pembelajaran budaya dan ilmu dengan penuh kesejukan.

Semoga bermanfaat

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Odyssey

The More I Wander, The More I Know

Every step that I take. . .

istiwahyuti

A fine WordPress.com site

Pusat Penelitian Gula

Every step that I take. . .

Research and Development of Tobacco Jember

Creative, fast and precise to provide solutions

RESEARCH AND DEVELOPMENT OF TOBACCO KLATEN

Responsive, Precise and Innovative

No Boundaries

Sharing the best for taking the best . .

Every step that I take. . .

Keep Goin'

at the end, life is just a gag

Long Journey

Information and Communication for Social Capital Development

%d bloggers like this: