CSR Tembakau untuk Penelitian dan Pendidikan

28 02 2013

Tembakau Besuki JemberPeraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 109 tahun 2012  tentang “Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan” disahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 24 Desember 2012  (dapat dilihat di sini. Peraturan Pemerintah (PP) ini memberikan batasan yang ketat bagi peredaran, iklan, promosi dan penjualan produk tembakau, terutama rokok.

Penyelenggaraan pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif (bahan yang menyebabkan adiksi atau ketergantungan yang membahayakan kesehatan) ini diarahkan agar tidak mengganggu dan membahayakan kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat dan lingkungan. 

Banyak terjadi pro dan kontra pada masyarakat menyikapi lahirnya peraturan ini meskipun baru aktif diberlakukan pada awal Januari 2014. Ribuan petani dan buruh tembakau di sentra-sentra tembakau Jawa Tengah seperti di Klaten, Boyolali, dan Temanggung berunjuk rasa pada bulan Januari 2013 karena merasa dirugikan. Mereka khawatir akan kehilangan sumber mata pencahariannya.

Sedangkan para penggiat bidang kesehatan yang mendeklarasikan gerakan anti rokok sangat mendukung terbitnya PP ini. Dalam PP juga tertulis bahwa produk tembakau dapat menyebabkan penyakit, kematian, dan menurunkan kualitas hidup.

Pengaruh yang signifikan tentu dirasakan oleh industri rokok kretek di Indonesia yang sebagian besar pangsa pasarnya adalah masyarakat Indonesia sendiri. Mereka harus segera mengikuti batasan-batasan yang diterapkan terkait produksi dan impor produk tembakau, peredaran, iklan, promosi, dan penjualan rokok.

Menurut data WHO tahun 2012 jumlah perokok di Indonesia berada pada peringkat ketiga setelah Cina dan India, di atas Rusia dan Amerika. Sekitar 4,8 persen dari 1,3 milyar perokok di dunia berasal dari Indonesia. Bagi industri rokok jumlah ini memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan.

Bagi PT Perkebunan Nusantara X (Persero) yang salah satu bisnis utamanya adalah tembakau, PP ini tidak memberikan dampak yang signifikan. Tembakau yang diproduksi adalah daun tembakau untuk cerutu yang merupakan komoditi ekspor.  Seluruh daun tembakaunya dibeli oleh pembeli luar negeri untuk selanjutnya dibuat cerutu.

Berbeda dengan rokok kretek, menghisap cerutu hanya berkumur-kumur sekitar rongga mulut dan pelan-pelan asapnya dihem­buskan keluar melalui hidung sehingga asap dari tembakau yang dibakar tidak masuk ke rongga dada. Penikmat cerutu juga memerlukan tempat khusus serta suasana san­tai dan tenang untuk menghisap cerutu. Harga cerutu yang mahal menyebabkan  penikmat cerutu berasal dari kalangan menengah ke atas. Bagi sebagian orang, fungsi cerutu justru dipergunakan sebagai media untuk menghilangkan kebia­saan merokok. Banyak orang yang akan berhenti merokok secara perla­han beralih terlebih dahulu menjadi penikmat cerutu.

Lokasi kebun tembakau PTPN X berada di Jember dan Klaten. Di Jember ditanam jenis tembakau Besuki yang diusahakan menggunakan naungan atau lebih dikenal dengan nama TBN (Tembakau Bawah Naungan) dan yang diusahakan secara tradisional yaitu BESNO (Besuki Na-Oogst). Di Klaten jenis tembakau Vorstenlanden yang terkenal dengan nama Vorstenlanden Bawah Naungan (VBN). Seluruh jenis tembakau ini  hanya dipakai untuk bahan baku cerutu, baik sebagai daun pembalut (wrapper), daun pem­bungkus (binder), maupun daun pengisi (filler). Daun tembakau kualitas terbaik umumnya dijadi­kan wrapper, berikutnya menjadi binder dan ter­akhir sebagai filler.

Hampir separuh kebutuhan wrapper industri cer­utu dunia disuplai dari Jawa baik dari PTPN X, perusahaan tembakau swasta, maupun petani-petani tembakau cerutu. Ini merupakan sumber pendapatan negara yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, termasuk ribuan tenaga kerja dan petani yang harus diselamatkan dalam usaha tembakau cerutu.

Pasal 54 ayat b dalam PP tersebut menjelaskan bahwa masyarakat dapat berperan serta dalam penyelenggaraan, pemberian bantuan, dan/atau kerjasama dalam kegiatan penelitian dan pengembangan pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Dalam pasal 58 ayat 1 dan 2 dijelaskan bahwa pemerintah melakukan upaya pengembangan dalam rangka diversifikasi produk tembakau yang penggunaannya akan membawa manfaat bagi kesehatan dan dapat melindungi kelestarian tanaman tembakau.

Menyikapi kedua pasal tersebut dan untuk mengatasi sentimen negatif terhadap usaha tembakau maka PTPN X perlu membantu pemerintah dan masyarakat melalui berbagai penelitian yang diharapkan dapat memberi manfaat untuk eksistensi usaha tembakau maupun untuk masyarakat luas. Banyak hal yang perlu dikaji dan diteliti seperti diversifikasi produk tembakau, pengembangan varietas tembakau yang lebih aman untuk kesehatan, mengurangi efek residu pestisida pada daun tembakau, peningkatan kualitas tembakau, perluasan pasar tembakau di luar negeri, dan kajian sosial ekonomi tanaman tembakau. Disinilah diperlukan peran CSR (Corporate Social Rensponsibility) PTPN X.

CSR adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Salah satu dari lima pilar CSR yang banyak diterapkan perusahaan-perusahaan besar adalah Building Human Capital. Pilar ini berkaitan dengan internal perusahaan untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal, dan secara eksternal perusahaan dituntut melakukan pemberdayaan masyarakat.

Melalui dana CSR PTPN X dapat meningkatkan antusiasme penelitian tembakau di Perguruan Tinggi, membangun keterkaitan dan kesepadanan (Link and Match) antara Perguruan Tinggi dan PTPN X, mendukung peluang aplikasi hasil penelitian Perguruan Tinggi pada aktivitas usaha tembakau. Disamping itu juga dapat memacu lahirnya penelitian unggulan di bidang tembakau mengingat keterbatasan kemampuan peneliti PTPN X.

Program CSR dapat dilakukan dalam bentuk kerjasama penelitian dengan Perguruan Tinggi (baik Negeri maupun Swasta) melalui program bantuan dana penelitian (research fund) bagi kalangan mahasiswa S1(Strata 1) dan S2 (Strata 2)  yang menyelesaikan tugas akhir yang difokuskan kepada penelitian tembakau.

Program CSR dalam bentuk bantuan dana penelitian (research fund) ini sudah dilakukan oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk melalui program Indofood Riset Nugraha sejak tahun 2006.  Sampai tahun 2012 sudah 410 penelitian bidang pangan dibiayai oleh program ini yang membuat PT Indofood dapat meningkatkan kualitas dan penganekaragaman pangan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

PTPN X dapat mencontoh keberhasilan program CSR PT Indofood untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kepedulian terhadap dunia pendidikan.  Dengan demikian sentimen negatif terhadap usaha tembakau pelan-pelan akan dapat diatasi dan eksistensi usaha tembakau PTPN X dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Semoga.

Jembatan Merah, 28 Pebruari 2013

Advertisements

Actions

Information

2 responses

1 03 2013
eadewi

Terimakasih Bu Lina, tulisan Ibu sangat bagus dan semoga dapat direalisasikan dan bisa menepis sentimen negatif usaha tembakau serta eksistensi usaha tembakau di PTPN X dapat dipertahankan. Aamiin.

1 03 2013
yassarlina

Tks dek erna ………. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Odyssey

The More I Wander, The More I Know

Every step that I take. . .

istiwahyuti

A fine WordPress.com site

Pusat Penelitian Gula

Every step that I take. . .

Research and Development of Tobacco Jember

Creative, fast and precise to provide solutions

RESEARCH AND DEVELOPMENT OF TOBACCO KLATEN

Responsive, Precise and Innovative

No Boundaries

Sharing the best for taking the best . .

Every step that I take. . .

Keep Goin'

at the end, life is just a gag

Long Journey

Information and Communication for Social Capital Development

%d bloggers like this: