Boleh pinjam kursinya bu ?

3 01 2013

Masih pengalaman di 2012 yang belum sempat terselesaikan, rasanya sayang bila tidak diteruskan dan tidak diposting.

Lebaran tahun 2012 aku sekeluarga pulang ke Padang, meski tiket pesawat mahal dan akan berjubel di perjalanan kami tetap memutuskan pulang untuk berlebaran bersama ibuku dan keluarga besar, dan untuk berziarah ke makan ayah dan adikku. Lebih dari seminggu di Padang rasanya waktu berjalan begitu cepat, sampai akhirnya kami harus segera kembali ke Malang.

Diantar ibuku dan keluarga besar, kami menuju Bandara Internasional Minangkabau. Turun dari kendaraan kulihat bandara penuh dengan para pemudik yang akan kembali termasuk para pengantarnya seperti keluarga kami. Kucari tempat duduk kosong untuk ibuku tapi tidak kutemukan. Ibuku sudah berusia 74 tahun, untuk berdiri dan berjalan beliau menggunakan bantuan tongkat. Kesalahan kami juga tidak membawa kursi roda ibuku. Karena tidak tega melihat ibuku berdiri aku segera menyapu pandangan ke seluruh bagian bandara. Alhamdulillah mataku tertuju pada suatu toko penjual koran/majalah yang ada disana yang kulihat ada kursi plastiknya yang nganggur alias tidak terpakai. Segera aku menuju kesana, dengan suara rendah dan memohon aku berkata kepada ibu pemilik toko (dalam bahasa Padang) : ” Ibu, boleh pinjam kursi plastiknya sebentar untuk ibu kami karena ibu kami tidak kuat untuk berdiri, kalau harus disewa akan kami bayar ibu?”

Tanpa melihat wajahku ibu itu langsung menjawab dengan suara tinggi sambil marah : “Tidak bisa, sudah sering saya pinjamkan ke orang lain tapi tidak pernah dikembalikan, saya sudah kapok “.

Haaaa . . . aku terperangah dengan jawabannya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, dengan kecewa aku mengucapkan terima kasih dan langsung meninggalkannya. Tidak lama adikku mendapat tempat duduk untuk ibuku dari seseorang yang berbaik hati memberikan tempat duduknya, Alhamdulillah.

Ada 2 hikmah yang aku ambil dari peristiwa ini :

1.  Berprasangka baik akan membuat hidup kita lebih indah.

2. Bila kita mempunyai hutang atau kewajiban kepada seseorang yang tidak kita selesaikan mungkin di dunia kita bisa terbebas dari   tuntutannya, tapi mungkin dia akan menuntut di akhirat nanti.

Memaafkan kesalahan orang lain merupakan hal yang sulit, tapi bila kita mampu melakukannya maka derajat kita akan ditinggikan oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam . . . .

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Odyssey

The More I Wander, The More I Know

Every step that I take. . .

istiwahyuti

A fine WordPress.com site

Pusat Penelitian Gula

Every step that I take. . .

Research and Development of Tobacco Jember

Creative, fast and precise to provide solutions

RESEARCH AND DEVELOPMENT OF TOBACCO KLATEN

Responsive, Precise and Innovative

No Boundaries

Sharing the best for taking the best . .

Every step that I take. . .

Keep Goin'

at the end, life is just a gag

Long Journey

Information and Communication for Social Capital Development

%d bloggers like this: