Indahnya Kelok 9 Ranah Minang

28 10 2013

Kelok 9 dari atas (Wikipedia)

Tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana

Akhir September lalu saya berkesempatan pulang ke kampung halaman untuk melepas keberangkatan ibu dan kakak tercinta bersama suaminya menunaikan ibada haji. Mereka berangkat sebagai jamaah haji kota Payakumbuh, embarkasi Padang, Sumatera Barat.

Payakumbuh berjarak 30 km dari Bukititinggi, 120 km dari kota Padang, dan 188 km dari kota Pekan Baru. Wilayah administratif kota ini dikelilingi oleh Kabupaten Lima Puluh Kota. Daerah ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Selain memiliki Lembah Harau, suatu cagar alam yang eksotik,Kabupaten Lima Puluh Kota ini juga terkenal dengan Kelok 9. Dibaca Kelok Sambilan (kelok = belokan, 9= Sambilan, dalam bahasa Minang ). Kelok 9 terletak sekitar 30 km sebelah timur Kota Payakumbuh. Tepatnya di desa yang bernama Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Saya berkesempatan mengunjungi Kelok 9 dan Jembatan Layang Kelok 9 bersama kakak dan adik-adik disela-sela waktu keberadaan saya yang hanya semalam di kota Payakumbuh. Kelok 9 dibangun oleh pemerintahan Belanda sekitar tahun 1908–1914 sebagai satu-satunya akses jalan dari Provinsi Sumatera Barat menuju Provinsi Riau dengan melintasi Bukit Barisan. Setiap kendaraan dari Pekan Baru menuju Padang atau sebaliknya pasti melalui Kelok 9. Ruas jalan ini begitu istimewa karena berada di lembah antara 2 bukit pada gugusan Bukit Barisan. Dinamakan Kelok 9 karena ruas jalan sepanjang 300 meter ini memiliki belokan yang berjumlah 9 dan berbentuk zigzag bila dilihat dari atas. Lebar jalan 5 meter dengan ketinggian 80 meter. Read the rest of this entry »





Buku Kisah Buya Hamka

14 07 2013

Tulisan ini sudah dimuat di Kompasiana

Disela-sela kesibukan pekerjaan dan keluarga saya mengambil cuti pulang ke Padang, Sumatera Barat, minggu lalu untuk mengunjungi ibu tercinta yang sedang sakit.  Ini kepulangan saya setelah mudik lebaran tahun lalu. Ibu berusia 75 tahun dan penderita diabetes.

Berkat ijin Allah dan dirawat dengan penuh kasih sayang oleh kakak dan adik-adik yang tinggal di Padang, perlahan ibu berangsur pulih.  Hanya empat hari saya di Padang.  Pada saat saya akan kembali ke Surabaya, ibu berinisiatif sendiri ikut mengantar ke Bandara Internasional Minangkabau, seperti yang selalu ibu lakukan setiap saya pulang.  Namun kali ini ini ibu hanya duduk tinggal di dalam kendaraan. Membuat saya teramat sedih saat meningggalkan beliau.

Perjalanan Padang-Surabaya harus melalui transit di Jakarta.  Waktu tunggu di Jakarta sekitar 4 jam. Cukup lama, saya pikir saya harus mencari bacaan yang menarik untuk menepis rasa rindu kepada ibu yang semakin mendera. Rasanya hari ini saya tidak sedang mood mengembara di dunia maya.

Saya masuk ke sebuah toko buku di bandara, walau saya tahu harga jual di bandara bukan harga biasa. Setelah agak lama mencari, akhirnya saya menemukan buku idaman. Buku tentang Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah).  Beberapa waktu belakangan ini saya memang sedang ingin “berburu” buku-buku Buya Hamka.  Buku ini baru selesai saya baca 2 hari berikutnya.

Buku berjudul “Ayah . . .” , karya Irfan Hamka, putera kelima Buya Hamka yang saat ini berusia 70 tahun. Diterbitkan oleh Republika Penerbit, 321 halaman, ISBN 978-602-8997-71-3, cetakan pertama Mei 2013.  Pengantar oleh Dr. Taufiq Ismail.  Buku ini berisi tentang Kisah Buya Hamka.  Tentang  masa muda, dewasa, menjadi ulama, sastrawan, politisi, kepala rumah tangga, sampai ajal menjemputnya.

Membaca buku ini seakan kita ikut larut dalam kisah perjuangan Buya Hamka yang mengharu biru.  Beberapa kali saya harus mengusap air mata. Sungguh, melalui buku ini saya semakin mengagumi beliau.  Beliau seorang ayah yang sangat penyayang, berwibawa dan bijaksana. Seorang suami yang sangat mencintai dan menghargai sang istri, seorang  pemimpin yang amanah, seorang yang sangat pemaaf, seorang yang tegas dalam menegakkan keimanan dan ketauhidan, seorang yang tidak tergiur harta dan jabatan, lebih memilih menjadi ulama dan sastrawan dari pada menjadi seorang pejabat tinggi negara. Read the rest of this entry »





Adakah Namaku Disebut di Langit

5 07 2013

Tulisan ini sudah dimuat di kompasiana

foto langit

(1)

Diantara para hamba-MU yang melantunkan dzikir

Diantara hamba-hamba yang memuji keagungan-MU

Ya Rabb, adakah namaku disebut di langit

Diantara hamba-hamba yang membaca Kalam-MU

Diantara semua yang berada di majlis ilmu

Ya Rabb, adakah namaku disebut di langit

Adakah para malaikat mengenal namaku

Adakah kebaikan diriku yang bisa menggetarkan penghuni langit Read the rest of this entry »





Belajar Berbudaya dari Masjid Sultan

9 06 2013

Tulisan ini dapat dilihat di Kompasiana

masjid

Tidak sedikit orang Indonesia yang tinggal di Singapura atau sudah berkunjung ke Singapura, dan pasti tidak sedikit pula yang sudah berkunjung ke Masjid Sultan ataupun menulis tentang masjid ini. Namun selalu ada hal yang menarik untuk ditulis. Tulisan saya ini adalah bagian dari pengalaman perjalanan yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri saya dan pembaca.

Masjid Sultan di Singapura berada di Kampong Gelam, merupakan warisan budaya yang dibangun pada tahun 1824 oleh Sultan Hussain. Masjid ini dibangun berdekatan dengan komplek istana Sultan. Di komplek istana Sultan ini terdapat tembok bertuliskan “Malay Heritage Centre. Istana Kampong Gelam”. Dari komplek istana terdapat gapura menuju masjid. Di jalan raya seputar masjid ditumbuhi pepohonan yang asri.

Read the rest of this entry »





Mengunjungi Jabal Magnet di Madinah

19 05 2013

Tulisan ini dapat dilihat di Kompasiana

Berkesempatan mengunjungi tanah suci bersama keluarga merupakan nikmat yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.  Dua kota suci umat Islam Mekah Al-Mukarromah dan Madinah Al- Munawwarah memberikan kesan yang mendalam dan kerinduan untuk selalu ingin kembali ke sana.

Waktu mengunjungi Madinah di awal bulan ini selain melaksanakan ibadah kami beserta rombongan umrah, seperti halnya jamaah haji dan umroh lainnya, juga melakukah ziarah dan wisata.  Salah satu tujuan wisata di Madinah adalah Jabal Magnet, sekitar 30 km dari kota Madinah. Read the rest of this entry »





Aku Membacanya Untukmu

23 04 2013

Tulisan ini dapat dilihat di Kompasiana

Sudah bertahun-tahun berlalu

Saat terakhir kupeluk

Tubuh renta yang sudah lelah

Ingin menepis suratan Ilahi

Ingin kutumpahkan marah hati

Aku ingin mataku salah

Aku ingin bukan engkau yang tidur diam

Sesak di dada menghimpit dalam Read the rest of this entry »





Aku Ingin Bersujud

6 04 2013

Tulisan ini dapat dilihat di kompasiana

Saat kulihat ada sahabat

yang sudah tidak bisa bersujud  

Karena sakit pada lutut dan kaki

Hingga harus shalat sambil duduk di kursi

Tiada yang kuucapkan

Selain memohon kepada-MU Ya Allah Read the rest of this entry »








Odyssey

The More I Wander, The More I Know

Every step that I take. . .

istiwahyuti

A fine WordPress.com site

Pusat Penelitian Gula

Every step that I take. . .

Research and Development of Tobacco Jember

Creative, fast and precise to provide solutions

RESEARCH AND DEVELOPMENT OF TOBACCO KLATEN

Responsive, Precise and Innovative

No Boundaries

Sharing the best for taking the best . .

Every step that I take. . .

Keep Goin'

at the end, life is just a gag

Long Journey

Information and Communication for Social Capital Development